Dulu kami duduk di bangku ini,
menggoreskan cerita di balik meja kayu tua,
tertawa di sela tugas yang menumpuk,
menyimpan resah dalam diam saat masa depan tampak samar.
Kini, wajah-wajah itu telah pergi,
menyusuri jalan takdir yang berbeda,
menjadi bagian dari dunia luas
yang dulu hanya kami bayangkan dari jendela kelas.
Tapi ruang ini tak pernah benar-benar kosong,
selalu ada tawa baru yang mengalun,
selalu ada mimpi lain yang ditanamkan,
selalu ada guru yang tak pernah lelah memberi nyala.
Waktu boleh berganti musim,
nama-nama di absensi boleh berubah,
tetapi kenangan—
ia tetap tinggal, bernafas di tiap sudut tembok,
menyatu dalam lantai dan langit-langit yang diam.
Kelas XII-4 bukan sekadar ruang,
ia adalah saksi bisu tumbuhnya harapan,
ia menyimpan jejak langkah kami,
dan kini, ia menjadi tempat tumbuh bagi mereka—
adik-adik yang melanjutkan kisah.
Wahai para guru,
terima kasih karena tetap bertahan,
menjadi pelita meski minyak hampir habis,
karena tanpamu, ruang ini hanyalah kosong belaka.
Dan untuk kalian yang pernah duduk di sini,
jangan lupa pulang—meski hanya dalam kenangan.
Karena kelas ini akan selalu rindu,
pada tawa dan air mata yang pernah kalian titipkan.
Dari guru yg setia menunggu Token baru.
Sumenep, 27 Mei 2025
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar