Kamis, 22 Mei 2025

Menyebar Semangat dari Pamekasan: Diseminasi Deep Learning untuk Guru Bahasa Inggris di Sumenep

Setelah mengikuti in house training di Pamekasan beberapa hari yang lalu, saya mendapat kepercayaan dari Ketua MGMP Bahasa Inggris SMA Kabupaten Sumenep untuk membagikan kembali materi yang saya peroleh kepada rekan-rekan guru di daerah. Kesempatan itu terlaksana pada Kamis, 22 Mei 2025, bertempat di SMA Plus Miftahul Ulum, Kecamatan Kota Sumenep.

Kegiatan ini dihadiri oleh guru-guru bahasa Inggris tingkat SMA, baik negeri maupun swasta, dari berbagai sekolah di lingkungan Kabupaten Sumenep. Suasananya akrab, penuh semangat, dan terasa sebagai forum yang tepat untuk saling belajar dan berbagi.

Materi yang saya sampaikan merupakan hasil dari pelatihan bertajuk “Unlocking English Language Learning with Deep Learning Approach: Exploring the Possibilities” yang diselenggarakan di Pamekasan pada 20 Mei lalu. Pelatihan tersebut menghadirkan Bapak Moh. Kusen, M.Pd sebagai narasumber—beliau merupakan Ketua MGMP Bahasa Inggris Provinsi Jawa Timur sekaligus pendamping satuan pendidikan Kota Kediri.

Dalam diseminasi ini, saya mencoba mengajak teman-teman guru untuk melihat kembali bagaimana kita mendesain pembelajaran bahasa Inggris—apakah sudah cukup mendalam, atau masih berada di tataran hafalan dan latihan rutin? Pendekatan deep learning menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar penguasaan materi. Ia menekankan pemahaman yang utuh, pemikiran kritis, dan keterampilan reflektif yang membuat siswa tidak hanya tahu, tapi juga memahami dan bisa menerapkan pengetahuannya dalam konteks nyata.

Kami mendiskusikan bagaimana membedakan pembelajaran yang dangkal dengan yang benar-benar mendalam, serta bagaimana menyusun aktivitas belajar yang dapat memancing siswa untuk berpikir lebih kritis, menganalisis, hingga menyampaikan gagasannya dengan orisinal. Saya juga berbagi beberapa contoh RPP yang dirancang dengan prinsip-prinsip pembelajaran mendalam, termasuk proyek kelas, penugasan berbasis teks autentik, serta penggunaan pertanyaan terbuka yang merangsang diskusi.

Yang membuat saya pribadi senang adalah bagaimana peserta aktif merespons dan terlibat dalam diskusi. Banyak pertanyaan menarik muncul—mulai dari teknis implementasi di kelas dengan jumlah siswa besar, hingga bagaimana membuat penilaian yang sesuai dengan karakter pendekatan ini. Beberapa guru juga berbagi cerita tentang praktik yang ternyata sudah mengarah ke pendekatan mendalam, meskipun belum menggunakan istilah “deep learning”. Diskusi seperti ini sangat memperkaya dan membuka perspektif baru bagi kita semua.

Saya percaya bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat komunitas guru yang terus tumbuh dan belajar. Diseminasi bukan hanya soal menyampaikan ulang materi, tetapi tentang bagaimana membangun ruang kolaborasi, menyamakan visi, dan saling mendukung untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas masing-masing.

Semoga pendekatan deep learning ini bisa menjadi alternatif yang relevan dan aplikatif dalam pengajaran bahasa Inggris di Sumenep. Setiap guru tentu memiliki konteks dan tantangannya sendiri, tapi dengan semangat saling berbagi, kita bisa saling menguatkan untuk terus berkembang.

Semoga catatan ini bisa menjadi inspirasi kecil bagi rekan-rekan guru lainnya. Karena dalam dunia pendidikan, belajar tidak berhenti di bangku sekolah—belajar terus berjalan, setiap hari, bersama mereka yang satu visi: ingin membawa perubahan.

Tidak ada komentar: