Selasa, 22 Oktober 2024

ROADSHOW Berbagi Praktik Baik & Berkolaborasi #3 Bersama Sahabat Teknologi PembaTIK 2024 dari Berbagai Provinsi: Di Balik Layar Webinar yang Tak Terlihat




Halo, Sahabat Pendidik!

Hari ini, Selasa, 22 Oktober 2024, benar-benar hari yang cukup panjang buat saya. Bayangkan, dari pagi sampai sore, saya mengajar 9 jam penuh di 3 kelas. Kebetulan, tahun ini jam pelajaran Bahasa Inggris bertambah jadi 3 jam per kelas, jadi otomatis waktu mengajar saya juga bertambah, total 30 jam seminggu. Cukup melelahkan, tapi rasanya tetap menyenangkan karena bisa terus mendampingi dan membimbing mereka.

Setelah kelar mengajar, saya langsung lanjut ke acara yang tidak kalah penting, yaitu Webinar Berbagi Praktik Baik bareng Sahabat Teknologi PembaTIK 2024, yakni Sahabat Teknologi dari Provinsi Aceh, Banten dan Gorontalo. Kali ini, kami berkolaborasi untuk berbagi praktik baik dan inovatif dengan rekan-rekan guru dari berbagai daerah, dan acaranya disiarkan langsung melalui kanal Youtube saya dan juga melalui Komunitas Belajar saya di Platform Merdeka Mengajar. Walaupun webinarnya berlangsung 2-3 jam, persiapannya jauh lebih lama dan cukup menantang.

Mungkin dari luar, webinar terlihat lancar dan mulus tanpa kendala, tapi sebenarnya banyak yang terjadi di balik layar. Mulai dari nyiapin theme song buat intro sebelum acara dimulai, video profil saat jeda, hingga memastikan semuanya siap secara teknis. Saya harus mengatur siaran live dengan software OBS (Open Broadcaster Software), yang jadi alat utama untuk streaming. Hal ini butuh ketelitian ekstra karena kita harus memastikan tampilan video dan suara sinkron, tidak ada delay, dan semua berjalan sesuai rencana.

Di sisi lain, saya juga bertugas sebagai narasumber. Jadi, selain fokus di teknis, saya juga harus menyiapkan materi presentasi yang menarik. Ini belum termasuk persiapan di depan kamera—saya pakai green screen untuk latar belakang, dan sedikit kreatifitas diperlukan karena green screen saya ternyata adalah sprei kasur yang diimprovisasi! Hehe... Kadang kita memang harus kreatif dengan apa yang ada, kan?

Selain green screen, saya juga mengatur pencahayaan biar tampilannya oke di kamera. Meskipun mata sudah agak lelah setelah seharian, semuanya terbayar saat acara berjalan lancar. Alhamdulillah, peserta yang hadir banyak dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Melihat antusiasme mereka membuat saya merasa semua persiapan yang cukup melelahkan ini sepadan.

Rasanya ada kepuasan tersendiri setiap kali kita berhasil melewati hari yang padat seperti ini. Dari mengajar di kelas sampai mengelola webinar nasional, meskipun terasa melelahkan, saya tetap merasa bangga karena bisa berbagi dan belajar bersama dengan banyak rekan guru dari berbagai penjuru Nusantara. Buat yang belum sempat nonton, tenang saja, rekamannya bisa sahabat pendidik akses nanti di tautan yang saya bagikan.

Itu tadi sedikit cerita dari hari saya yang padat, tapi menyenangkan. Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca. Semoga pengalaman ini bisa menginspirasi kita semua untuk terus berbagi dan belajar demi pendidikan yang lebih baik. Sampai ketemu di cerita berikutnya, ya!

Salam hangat,
Edwin Suryadi Fajar Islam.

#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar


8 komentar:

Yusril Abdillah mengatakan...

lelah yang menyenangkan,semangat pak edwin semoga webinar ini terus berlanjut

Putri mengatakan...

semangat pak edwin, pak edwin hebatt semoga nanti lelah letih yang bapak rasakan bisa mendapatkan hasil yang sangat memuaskan

Anonim mengatakan...

kereenn sekali bapak, semoga lelah bapak membuahkan hasil nantinyaa

Bagas Wiraraja mengatakan...

Semangat terus bapak, semoga kerja keras bapak memberikan hasil yang lebih baik

Hadi mengatakan...

Sukses terus pak dan semoga menjadi Duta Teknologi!

Anonim mengatakan...

Terima kasih atas dedikasinya untuk pendidikan!

Fahmi mengatakan...

Harapannya, jadi inspirasi bagi pendidik lainnya.

Anonim mengatakan...


Dari dulu saya merasa banggat pernah menjadi muridnya bapak