Halo semua! 👋
Pada tanggal 11 November 2022 lalu, saya berkesempatan berbagi ilmu dengan rekan-rekan seangkatan Calon Guru Penggerak di sekolah tercinta, SMAN 2 Sumenep (SMADA Sumenep). Ini jadi momen yang seru sekaligus berharga karena bisa saling belajar dan berbagi praktik baik tentang salah satu tools digital yang nggak kalah penting untuk kita—yaitu Google Sites. 📑💻
Tema utama dari pelatihan ini adalah Coaching Google Sites dengan fokus pada pembuatan portofolio digital. Yup, portofolio sekarang nggak cuma ada di bentuk fisik lagi, tapi juga bisa disusun dan disajikan secara digital. Dan di sini, Google Sites menjadi platform yang sangat user-friendly dan efektif untuk keperluan ini.
Buat yang belum familiar, Google Sites memungkinkan kita membuat website dengan mudah, tanpa perlu ribet soal coding. Bahkan untuk yang masih baru banget dalam dunia teknologi, Google Sites tetap bisa digunakan dengan lancar karena tampilannya yang simpel dan gampang dimengerti. Mulai dari membuat halaman sederhana sampai menambahkan fitur interaktif, semuanya bisa dilakukan di platform ini.
Di pelatihan ini, kita belajar langkah demi langkah bagaimana cara membangun portofolio digital yang menarik dan terstruktur. Mulai dari menambahkan profil pribadi, memasukkan pencapaian, pengalaman mengajar, sertifikat, hingga foto-foto kegiatan yang pernah diikuti. Dengan portofolio ini, kita bisa menunjukkan perjalanan karier kita sebagai guru dengan lebih profesional dan modern. ✨
Sesi pertama dibuka dengan pengenalan tentang fungsi dan manfaat portofolio digital. Sebagai guru di era digital, memiliki portofolio yang dapat diakses secara online menjadi nilai tambah yang sangat penting. Nggak cuma buat kebutuhan pribadi, tapi juga sebagai media untuk menunjukkan kepada kepala sekolah, kolega, atau bahkan dinas pendidikan tentang pencapaian kita. Portofolio digital ini bisa jadi “etalase” perjalanan kita sebagai pendidik.
Setelah pengenalan, masuk ke tutorial pembuatan Google Sites. Peserta langsung dipandu cara membuat halaman dari awal, mulai dari memilih template yang sesuai, menyusun layout, hingga mengisi konten-konten penting seperti daftar pengalaman kerja, sertifikat pelatihan, dan lain-lain. Tidak lupa juga disisipkan cara untuk mengelola tampilan agar terlihat profesional dan rapi. 🌟
Biar makin interaktif, saya juga berbagi tips tentang cara menambahkan media pendukung ke dalam Google Sites, seperti video dokumentasi kegiatan, foto-foto proyek, hingga link ke artikel atau publikasi yang pernah kita buat. Hal ini penting banget untuk memberi kesan bahwa portofolio kita kaya akan informasi yang aktual dan relevan.
Setelah itu, teman-teman diajak mencoba praktik langsung. Masing-masing peserta diberikan waktu untuk membuat portofolio mereka sendiri. Ada yang langsung bersemangat memasukkan sertifikat, ada juga yang seru-seruan menghias tampilan situs dengan warna dan gambar yang menarik. Walaupun ada beberapa yang masih agak bingung, tapi dengan bimbingan yang sabar dan arahan yang jelas, mereka akhirnya bisa menghasilkan portofolio digital yang keren! 😎
Di akhir sesi, kita juga sempat berdiskusi dan berbagi pengalaman. Banyak yang merasa bahwa pembuatan portofolio digital ini bukan hanya tentang teknologi, tapi juga soal bagaimana kita bisa mencerminkan diri secara profesional di dunia digital. Beberapa teman juga menyampaikan kalau mereka berencana menggunakan Google Sites untuk tugas-tugas lainnya, seperti membuat blog sekolah atau platform pembelajaran mandiri untuk siswa.
Kegiatan ini benar-benar jadi momen yang menyenangkan sekaligus menambah wawasan. Melihat antusiasme dari rekan-rekan guru saat berhasil membuat portofolio mereka sendiri rasanya sangat memuaskan! 💡
Jadi, buat Bapak/Ibu guru di mana pun berada, kalau masih bingung mau mulai bikin portofolio digital dari mana, Google Sites ini bisa jadi pilihan yang pas! Semoga sharing dari pelatihan ini bisa menginspirasi teman-teman semua untuk semakin kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi di dunia pendidikan. 🚀
Tidak ada komentar:
Posting Komentar